Wednesday, February 19, 2025

YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MELAKUKAN JOB MIX DESIGN BETON

 JOB MIX DESIGN BETON


Hal-hal yang perlu diperhatikan :

    Pemilihan material maksudnya ialah material yang digunakan untuk pembuatan beton adalah material yang lolos uji atau memenuhi standar persyaratan pembuatan beton. Baik itu material aggregat halus / pasir, aggregat kasar / kerikil serta air.

    Untuk memastikan kualitas material tersebut maka diperlukan pengujian lebih lanjut dilaboratorium antara lain untuk pengujian aggegat sebagai berikut ; pengujian kadar air, pengujian berat jenis, pengujian kadar lumpur, pengujian kadar organik, pengujian berat isi, pengujian gradasi / analisa saringan dan pengujian keausan aggegat. Dan untuk air sendiri dilakukan pengujian klorida, tapi secara umum air yang baik untuk pembuatan beton adalah air yang dapat dikonsumsi oleh manusia.

    Setelah dipastikan material yang digunakan memenuhi persyaratan maka barulah kita dapat melanjutkan ketahap pembuatan formula JOB MIX DESIGN / JMD. Pembuatan formula JMD ini tentunya mengacu pada SNI 03-2834-2000 tentang perencanaan campuran beton. Dan pada pembuatan formula JOB MIX DESIGN harus memperhatikan nilai standar deviasi. Dimana formula JMD yang sudah jadi kemudian dapat digunakan untuk perhitungan kebutuhan jumlah material penyusun beton segar.

    Pembuatan beton sudah dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan mixer ataupun dengan pangadukan manual sesuai dengan ketentuan SNI 7656:2012, kemudian dapat dilanjutkan ketahapan pencetakan beton sesuai dengan mold atau cetakan yang disipakan. Pada tahapan pencetakan beton agar memperhatikan proses penuangan kedalama cetakan dibagi atas tiga tahapan / layer, dimana masing-masing tiap layernya dilakukan pemadatan atau tusukan sebanyak 25 kali, kegiatan yang berulang untuk layer kedua dan ketiga.

    Sampel beton dapat dikeluarkan dari cetakan minimal 24 jam untuk beton normal, kemudian dilanjutkan ketahapan perendaman / curing sampai pada umur pengujian mutu. Umur pengujian mutu beton sesuai dengan ketentuan standar SNI dapat dilakukan pada umur 3, 7, 14, 21 hingga mencapai umut sempurna pada 28 hari. Mutu beton pada umur 28 hari adalah kondisi mutu dengan pencapaian minimal 100% dari target mutu beton rencana. Pengujian mutu beton dapat dilakukan menggunakan alat uji kuat tekan beton dilaboratorium atau UTM dengan memastikan kalibrasi peralatan yang upadate sesuai dengan tahun berjalan. 

    Setelah pemastian pencapaian mutu beton memenuhi persyaratan atau target mutu rencana maka biasanya JOB MIX DESIGN / JMD dapat dilanjutkan ke pembuatan JOB MIX FORMULA untuk sebagai acuan komposisi pembuatan beton dilapangan




 


    

Friday, January 31, 2025

PENGUJIAN DAYA DUKUNG TIANG PANCANG DENGAN ALAT PDA

 Latar Belakang

Pile Driving Analyzer (PDA) adalah suatu sistem yang terdiri dari suatu perangkat elektronik komputer untuk menganalisa hasil gelombang tumbukan dan dilengkapi dengan sepasang sensor accelerometer dan strain transducer berdasarkan peraturan ASTM D4945-08. Prinsip metode dinamik adalah pada ujung atas tiang diberikan tumbukan hammer. Dari tumbukan ini akan terjadi gelombang rambatan dari ujung atas sampai ke ujung bawah pondasi tiang yang kemudian terpantul kembali ke ujung atas karena reaksi tanah sehingga dari hasil pantulan rambatan gelombang ini dapat diukur dan digunakan untuk menghitung daya dukung aksial pondasi dengan menggunakan teori persamaan gelombang. Semakin besar kekuatan tanah, semakin kuat gelombang perlawanan yang timbul. Gelombang aksi maupun reaksi akibat perlawanan tanah akan direkam. Dari hasil rekaman, karakteristik gelombang-gelombang ini dianalisa untuk menentukan daya dukung statik tiang yang diuji.

Dari hasil tumbukan diperoleh grafik gaya (F) dan kecepatan (V) kemudian dilakukan analisa dan perhitungan untuk memperoleh data keluaran berupa daya dukung aksial tiang,tegangan tekan dan tarik maksimum yang terjadi pada lokasi transducer, energi yang ditransfer dari penumbuk ke tiang yang dipukul, dan penurunan yang terjadi pada saat dilakukan pengujian. Pada umumnya pelaksanaan pengujian pada tiang dilakukan setelah material tiang (beton) telah mempunyai umur yang cukup untuk memikul beban kejut dan tegangan dari hammer untuk mencegah terjadinya kerusakan pada tiang pada saat tiang tersebut dilakukan pengujian. Antisipasi lain dapat dilakukan dengan cara memperendah tinggi jatuh hammer, mempertebal cushion pada kepala tiang, dan lain sebagainya.


Peralatan Yang Digunakan

Peralatan yang digunakan adalah:

No.

 

Nama Alat

 

Gambar

 

1

Main unit PDA



 

2

Main Cable



 

3

Sensor Strain dan Accelerometer

 



4

Alat bor, mur dan baut


 

 

Tabel 1 Daftar Peralatan

 

Persiapan Pengujian

Sebelum pengujian dilaksanakan perlu dilakukan persiapan untuk pemasangan strain transducer dan accelerometer. Pemasangan strain transducer dan accelerometer dilakukan pada jarak minimal 1.5 diameter dari kepala tiang agar diperoleh penyebaran gelombang yang merata. Pemeriksaan koneksitas komputer, kabel, dan transducer dilakukan agar diperoleh data yang bagus. Persiapan lainnya adalah melakukan pencatatan data tiang, dan pemeriksaan hammer yang akan digunakan.


 Gambar 1. Ilustrasi Posisi Sensor

 

Pelaksanaan Pengujian dan Analisa Data

Pelaksanaan pengujian tiang dilakukan setelah persiapan instrumentasi dan data input PDA diperoleh. Pengujian diawali dengan satu pukulan awal untuk melihat koneksitas dan penyesuaian data yang dirasa perlu, selanjutnya dilakukan beberapa pukulan sampai diperoleh energi (EMX) yang maksimum.

 Sebagai analisis lanjutan pengujian dengan PDA, hasil rekaman gelombang akibat tumbukan hammer dapat dianalisa lebih lanjut dengan menggunakan software Case Pile Wave Equation Analysis Program atau disingkat dengan CAPWAP. Program CAPWAP mengkombinasikan rambatan gelombang pada tiang hasil rekaman PDA dan mobilisasi tanah beserta parameter – parameternya (Damping factor, quake, material tiang) dan secara iterasi menentukan parameter – parameter tanah lainnya, sehingga grafik gelombang hasil iterasi itu mempunyai korelasi yang cukup baik dengan grafik gelombang yang dihasilkan PDA. Proses iterasi ini disebut sebagai signal matching.

 Analisa dengan CAPWAP menghasilkan kurva penurunan tiang vs beban dan distribusi gaya gesek dan tahanan ujung tiang. Dengan demikian kualitas pengujian dengan PDA dapat dibandingkan selain dengan daya dukung batasnya juga melalui kurva penurunan tiang vs beban yang diperoleh melalui uji beban statik.

 



                                  Gambar 2. Ilustrasi Pelaksanaan Pengujian

Search This Blog