Berikut saya membagikan cara pengujian kepadatan tanah dilapangan dengan alat Sandcone
1.1. Maksud
dan Tujuan
1.1.1. Maksud
Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan pengujian kepadatan di lapangan dari suatu lapisan tanah.
1.1.2. Tujuan
Tujuan metode ini adalah memperoleh angka kepadatan lapangan (γd).
1.2. Ruang
Lingkup
Metode pengujian ini meliputi
persyaratan, ketentuan-ketentuan pengujian tanah yang mempunyai partikel
berbutir tidak
lebih dari 5 cm.
1.3. Pengertian
Yang dimaksud dengan
:
1) Kepadatan adalah berai isi kering tanah;
2) Derajat
kepadatan
lapangan
adalah
perbandingan
berat isi kering tanah
di lapangan dengan berat isi kering tanah di laboratorium yang dinyatakan dalam
persen;
3) Pengujian
kepadatan
dengan
alat konus pasir
adalah untuk
mengukur kepadatan dari suatu benda uji yang diambil
dari lapisan
tanah dengan cara menggali dan mengisi kembali dengan pasir tertentu yang sudah diketahui
berat isinya;
4) Berat tanah adalah berat, dalam keadaan tanah masih mengandung air;
5) Berat isi tanah adalah berat isi, dalam keadaan
tanah masih mengandung air;
6) Berat isi kering tanah adalah berat isi dalam
keadaan tanah tidak mengandung
air.
BAB II PERSYARATAN
PENGUJIAN
Ikhwal yang dipersyaratkan, sebagai
berikut :
1)
lokasi titik uji;
(1) pengujian kepadatan
tidak boleh dilakukan pada saat titik uji tergenang;
(2) pengujian kepadatan dilakukan paling sedikit dua kali untuk setiap titik dengan jarak
50 cm;
(3) pada
saat pengujian, dihindari adanya getaran;
(4) hasil
pengukuran yang berupa nilai kepadatan
dihitung rata-rata dengan dua angka
dibelakang koma;
2)
pengukuran kadar air tanah dapat menggunakan oven
sesuai AASHTO T 217-67, atau digoreng;
3)
Pengukuran berat isi pasir dapat
menggunakan botol atau takaran
dan alat penyipat;
4) Bahan pasir yang digunakan
adalah pasir standar sesuai ketentuan
yang
berlaku; harus bersih, keras, kering dan bisa
mengalir
bebas,
tidak
mengandung bahan pengikat
dengan gradasi 0,075 mm sampai 2 mm;
5)
Pengisian
pasir ke dalam lubang harus dilakukan hati-hati agar pasir tidak memadat
setempat;
6)
Setiap penggantian jenis pasir yang baru, terlebih
dahulu ditentukan
berat jenisnya;
7) Untuk
pengujian
kepadatan
yang dilakukan di atas benda
uji
yang
kasar,
maka
pengukuran nilai berat isi pasir dalam corong harus dilakukan di atas permukaan
yang akan diuji.
(W8 – W9)
Berat isi tanah = γs = gram/cm3 …….(9) Ve
Berat isi kering tanah di lapangan :
γs
γd lap = x 100 % gram/cm3 …………. (10)
100 + Wc
W6 = berat botol
+ corong + pasir (secukupnya)
W7 = berat
botol + corong
+ sisa pasir
W8 = berat tanah + kaleng
W9 = berat kaleng
W10 = berat pasir dalam lubang
Wc = kadar air
BAB III KETENTUAN – KETENTUAN
3.1. Benda
Uji
Lapisan tanah atau lapis pondasi bawah berupa sirtu dan batu pecah yang akan diuji
yang mengandung butir berukuran tidal lebih dari 5 cm, harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan membuat lubang berdiameter
16,51 cm, kedalaman 10 cm sampai 15
cm.
3.2. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan
adalah sebagai berikut
:
1) botol
transparan untuk
tempat pasir dengan isi lebih kurang
4 liter (lihat gambar 1).
2) Takaran yang telah diketahui isinya
(± 2019 ml) dengan diameter lubang
16,51 cm.
3) Corong
kalibrasi pasir dengan 16,51 cm, dan pelat corong.
4) Pelat
untuk dudukan corong
pasir ukuran 30,48 cm x 30,48 cm dengan lubang berdiameter 16,51 cm.
5) Peralatan kecil yaitu
:
mister
perata
dari
baja,
meteran
2
m,
palu, sendik, kwas,pahat.
6) Peralatan untuk menentukan kadar air.
7) Satu
buah timbangan dengan kapasitas minimum 10 kg dengan ketelitian sampai
1,0 gram.
8) Satu buah timbangan, kapasitas minimum
500 gr dengan ketelitian sampai
0,1 gram.
3.3. Perhitungan
Rumus-rumus yang digunakan, sebagai berikut
dibawah ini :
3.3.1. Berat
isi pasir menggunakan botol alat :
Isi botol = berat air = (W2 – W1) cm3 ………………… (1)
(W3 – W1)
Berat isi pasir γs = gram ………
……… (2)
(W2 – W1)
W1 = berat
botol + corong
W2 = berat botol + corong + air
W3 = berat botol + corong + pasir
3.3.2. Berat
isi pasir menggunakan takaran
Berat pasir dalam corong :
(W4 – W5) gram …………………………….………….. (3)
Berat pasir dalam takaran + corong :
(W11 – W12)
Berat pasir dalam takaran :
W13 = W11 – W12 – (W4 – W5) …………….……………(4)
Berat isi pasir :
W13
Vk
W4 = berat botol
+ corong + pasir (secukupnya)
W5 = berat
botol + corong
+ sisa pasir
W11 = berat botol
+ corong + pasir (secukupnya)
W12 = berat
botol + corong
+ sisa pasir
Vk = isi takaran
3.3.3. Kepadatan Tanah
Berat pasir dalam lubang
:
(W6 – W7) – (W4 – W5) = W10 gram
………………… (6)
W10
γp
Berat tanah = W8 – W9 gram
…………………...…. (8)
BAB IV CARA UJI
4.1. Menentukan Berat Isi Pasir Dengan Botol Alat
1) menentukan isi botol pasir
:
(1) timbang alat (botol + corong) = (W1 gram);
(2) letakan alat dengan
botol dibawah, buka kran,
isi
botol
dengan
air
jernih
sampai penuh di atas kran; tutup
kran dan bersihkan kelebihan air;
(3) timbang alat yang terisi
air = (W2 gram); berat air = isi botol pasir; (4) hitung isi botol dengan rumus no.1;
(5) lakukan langkah (2), (3) dan (4) tiga kali dan ambil harga rata-rata dari ketiga
hasil; perbedaan masing-masing pengukuran tidak boleh
lebih dari 3 cm3.
2) menentukan berat isi pasir :
(1) letakan alat dengan botol dibawah
pada dasar yang rata, tutup
kran dan isi corong besar pelan-pelan dengan pasir;
(2) buka kran, isi botol sampai penuh dan jaga agar selama
pengisian corong selalu
terisi paling sedikit
setengahnya;
(3) tutup
kran, bersihkan kelebihan
pasir di atas kran dan timbang = (W3 gram);
berat pasir = (W3 – W1);
(4) hitung
berat isi pasir dengan rumus no.2.
4.2. Menentukan Berat Isi Pasir dengan
Takaran
1) menentukan berat pasir dalam corong :
(1) isi botol pelan-pelan dengan pasir
secukupnya dan timbang (W4 gram);
(2) letakan alat dengan corong di bawah,
pada plat corong,
pada dasar yang rata
atau dikehendaki dan bersih;
(3) buka
kran pelan-pelan sampai pasir
berhenti mengalir;
(4) tutuplah kran, dan timbang alat berisi sisa pasir (W5 gram); (5)
hitung berat pasir dalam corong dengan rumus 3.
2) menentukan berat isi pasir :
(1) ambil
takaran yang sudah diketahui isinya (Vk)cm3;
(2) letakan takaran di atas dasar yang rata dan stabil, tempatkan
plat corong di atas takaran sehingga lubang plat corong di atas lubang takaran;
(3) isi botol alat pelan-pelan dengan pasir secukupnya
untuk
mengisi
takaran
kemudian timbang (W11 gram);
(4) letakan alat pelan-pelan diatas pelat corong
dengan corong dibawah; (5) buka kran dan isi takaran sampai pasir
berhenti mengalir;
(6) tutup
kran, kemudian timbang
botol alat dan sisa pasir (W12 gram); (7) hitung
berat pasir dalam takaran dengan rumus no.4;
(8) hitung
isi pasir dengan rumus no.5.
4.3. Menentukan Kepadatan Tanah
1) isi
botol dengan pasir secukupnya.
2) ratakan permukaan
tanah yang akan diuji, letakan pelat corong pada permukaan yang telah rata tersebut
dan kokohkan dengan
paku di keempat sisinya.
3) gali lubang sedalam minimal 10 cm atau tidak melampaui tebal
satu hamparan padat.
4) masukan
semua tanah hasil galian ke dalam kaleng yang tertutup; timbang
kaleng dan tanah (W8 gram), berat kaleng harus
sudah diketahui (W9 gram).
5) timbang alat dengan pasir
di dalamnya (W6 gram).
6) letakan alat diatas plat corong dengan corong besar menghadap ke
bawah, buka kran pelan-pelan
sehingga pasir masuk ke dalam lubang; setelah pasir berhenti
mengalir tutup kran kembali dan timbanglah
alat dengan sisa pasir (W7 gram).
7) ambil
tanah sedikit dari kaleng untuk menentukan kadar air (Wc %).
8) hitung
berat pasir dalam lubang (W10 gram)
dengan rumus no.6.
9) hitung
isi lubang (Ve cm3) dengan
rumus no.7.
10) hitung berat tanah dengan rumus no.8.
11) hitung berat isi tanah (gram/cm3) dengan rumus no.9.
12) hitung berat isi kering tanah (γd lap)
dengan rumus no.10.
BAB V LAPORAN UJI
Laporan pengujian dicatat dalam
formulir
yang
tersedia
dengan
mencantumkan ikhwal
sebagai berikut :
1) identitas contoh : (1) nomor contoh. (2) nama contoh. (3) jumlah contoh.
(4)
nama pekerjaan. (5) tanggal pengujian.
2) laboratorium yang melakukan pengujian : (1) nama teknisi
penguji.
(2) nama
penanggung jawab pengujian. (3) tanggal pengujian.
3) hasil
pengujian
4)
kelainan dan kegagalan
selama pengujian.
5)
Rekomendasi dan saran-saran.
LAMPIRAN A DAFTAR ISTILAH
Alat pengukur kadar
air
Tanah
yang bekerja cepat : speedy moisture
content
Gambar 1 Alat
konus pasir
Contoh isian formulir.
Digambar :
Diperiksa :
Diperiksa :
PENGUJIAN KEPADATAN LAPANGAN DENGAN KONUS PASIR
No. Uraian Rumus
I Berat
Isi Pasir Dengan Botol Alat :
Nomor
Pengujian
1 2
1
Berat botol + corong W1
2260 2260
2 Berat
botol + corong + air W2
5817.7 5817.7
3 Isi
botol + corong kecil
W2 - W1 3557.7
3557.7
4 Berat
botol + corong + pasir W3
7810 7810
5 Berat
isi pasir γp = (W3 – W1) – (W2 – W1)
1,56
1,56
II
Berat
Isi Pasir Dengan Takaran
A. Berat Pasir Dalam Corong
1
Berat botol + corong + pasir W4
7520 7520
2 Berat
botol + corong + sisa pasir W5
4375 4375
3 Berat
pasir dalam corong W4 - W5 3145
3145
B. Berat Pasir
Dalam Takaran
1
Isi Takaran VK
2016
2016
2 Berat
botol + corong + pasir W11
7400 7400
3 Berat
botol + corong + sisa pasir W12
1120
1120
4 Berat
pasir dalam takaran W13 = W11 – W12 – (W4 – W5)
C. Berat Isi Pasir γp = W13/Vk
3135 3135
III
Kepadatan
Tanah
1
Berat tanah + wadah W8
2025
2025
2 Berat
wadah W9
145 145
3 Berat
tanah
W8 - W9
1880 1900
4 Berat
+ botol + corong + pasir W6
7250 7250
5 Berat
botol + corong + sisa pasir W7 1890
2200
6 Berat
pasir dalam tabung W10 = (W6- W7) – (W4 – W5) 2215 1880
7 Isi
lubang Ve = W10/γp 1419,9
1205,1
8 Berat
isi tanah γs = (W8 – W9)/Ve 1,32 1,5
9 Berat
isi kering tanah γd lap = γs/(1 + Wc) 1,15
1.37
Keterangan :
Corong dimaksudkan corong
besar dan kecil
Hasil
perhitungan :
- Kadar air, Wc : 15 %.
- Kepadatan lapangan
(γd lap) = 1,15
gram/cm3 .

Tks. Ilmunya bang
ReplyDelete