Pada artikel ini saya menuliskan cara pengujian gradasi butiran batu spilte atau aggregat kasar dengan menggunakan alat saringan
1. TUJUAN
Tujuan pengujian ini
ialah untuk memperoleh distribusi besaran atau jumlah persentase butiran baik
agregat halus maupun agregat kasar. Distribusi yang diperoleh dapat ditunjukan
dalam table atau grafik.
2. RUANG LINGKUP
Metode pengujian ini
mencakup jumlah dan jenis agregat halus dan agregat kasar. Hasil pengujian
analisis saringan agregat halus dan kasar dapat digunakan untuk penyelidikan
quarry agregat, pengendalian mutu bahan dan data untuk perancangan campuran
beton.
3. DEFINISI
3.1.
Gradasi
Distribusi
butiran pada agregat halus / agregat kasar
3.2.
Agregat
Material granular misalnya pasir, kerikil,
batu pecah dan kerak tungku pijar yang digunakan bersama-sama dengan suatu
media pengikat untuk membentuk suatu beton atau adukan semen hidraulik.
3.3.
Agregat halus
Adalah hasil desintegrasi ‘alami’ batuan atau
berupa batu pecah yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai
ukuran butir lebih kecil dari 5,0 mm
3.4.
Agregat kasar
Adalah hasil desintegrasi ‘alami’ batuan atau
berupa batu pecah yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai
ukuran butir terbesar 5,0 – 40,0 mm
4. REFERENSI
SNI 03 – 1968 – 1990 Metode Pengujian
Tentang Analisis Saringan Agregat
Halus dan
Kasar
5. PERINGATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
1.
Gunakan
pakaian kerja dan APD yang relevan ( Masker, Sarung Tangan, Kacamata )
6. KEGIATAN
6.1.
Persiapan
Bahan
Benda uji diperoleh
dari alat pemisah sampel
atau cara perempatan. Berat dari contoh disesuaikan dengan ukuran maksimum
diameter agregat yang di uji.
6.1.1
Agregat halus terdiri
dari :
a. Ukuran maksimum 4,76 mm; berat minimum 500 gram;
b. Ukuran maksimum 2,38 mm; berat minimum 100 gram.
6.1.2
Agregat kasar terdiri
dari :
a. Ukuran maks. 3,5"; berat minimum 35,0 kg
b. Ukuran maks. 3"; berat minimum 30,0 kg
c. Ukuran maks. 2,5"; berat minimum 25,0 kg
d. Ukuran maks. 2"; berat minimum 20,0 kg
e. Ukuran maks. 1,5"; berat minimum 15,0 kg
f. Ukuran maks. I"; berat minimum 10,0 kg
g. Ukuran maks. 3/4" berat minimum 5,0 kg
h. Ukuran maks. 1/2"; berat minimum 2,5 kg
i. Ukuran maks. 3/8"; berat minimum 1,0 kg
6.1.3
Bila agregat berupa
campuran dari agregat halus dan agregat kasar, agregat tersebut dipisahkan
menjadi 2 bagian dengan saringan No. 4.; Selanjutnya agregat halus dan agregat
kasar disediakan sebanyak jumlah seperti tercantum diatas.
6.2.
Persiapan
Peralatan
1.
Timbangan
2. Satu set saringan; 37,5 mm (1½”); 25 mm (1”); 19,1
mm (¾”); 12,5 mm (½”); 9,5 mm (⅜”); No.4 (4.75 mm); No.8 (2,36 mm); No.16 (1,18
mm); No.30 (0,600 mm); No.50 (0,300 mm); No.100 (0,150 mm).
3.
Oven
yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk pemanasan sampai 110±5 0C.
4.
Alat
pemisah contoh (sample spliter)
5.
Mesin
penggetar saringan
6.
Talam-talam
7.
Kuas,
sikat kuningan, sekop kecil
dan alat-alat lainnya.
6.3.
Pelaksanaan
1. Mempersiapkan sampel yang sudah dicuci dan
dikeringkan di oven sebanyak 1,25 kali berat minimal sampel uji.
2. Menyusun
saringan dengan menempatkan ukuran saringan terbesar di paling atas.
3. Masukan sampel ke dalam
saringan, kemudian dipasang
pada alat penggetar dan digetarkan selama 15 menit.
4. Setelah selesai digetarkan,
timbang benda uji yang tertahan pada masing-masing saringan
6.4.
Laporan dan perhitungan
1.
Analisis
gradasi dengan menetapkan jumlah prosentase lolos saringan atau yang tertahan
saringan.
2.
Perhitungan :
% Tertahan =
|
Berat
tertahan
|
x 100%
|
Berat
sampel
|
No comments:
Post a Comment