Pada artikel ini saya menuliskan cara perhitungan kadar lumpur pada aggregat atau batu splite dengan menggunakan metode pencucian
1. TUJUAN
Menentukan
jumlah bahan dalam agregat halus yang lolos saringan No. 200 dengan cara
pencucian.
2. RUANG LINGKUP
Metode Pengujian
mencakup prosedur untuk mengetahui kadar lumpur dalam agregat halus.
3. DEFINISI
.3.1. Agregat
Material granular misalnya pasir, kerikil,
batu pecah dan kerak tungku pijar yang digunakan bersama-sama dengan suatu
media pengikat untuk membentuk suatu beton atau adukan semen hidraulik.
.3.2. Agregat
Halus
Pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami
batuan atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai
ukuran butir terbesar 5,0 mm.
4. REFERENSI
SNI 03 – 4142 – 1996, Metode pengujian jumlah bahan dalam agregat yang
lolos saringan no.200 (0.075 mm)
5. PERINGATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Gunakan
pakaian kerja dan APD yang relevan ( Sarung Tangan tahan panas, jas
laboratorium, sepatu pengaman).
6. KEGIATAN
6.1.
Persiapan
Bahan
Berat minimum contoh agregat
tergantung pada ukuran maksimum dengan batasan sebagai berikut:
2,36 mm (No. 8) = 100 gram
1,18 mm (No. 4) = 500 gram
9,50 mm ( 3/8”
) = 2000 gram
19,10 mm (
3/4” ) = 2500 gram
28,10 mm (
1,5” ) = 5000 gram
6.2.
Persiapan
Peralatan
a.
Saringan
No. 16 dan No. 200
b.
Wadah
pencuci benda uji dengan kapasitas yang cukup besar sehingga pada waktu
diguncang-guncang benda /air pencuci tidak tumpah
c.
Oven
yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk pemanasan sampai 110±5 0C.
d.
Timbangan
dengan ketelitian 0,1% berat contoh
e.
Talam
berkapasitas cukup besar untuk mengeringkan contoh agregat
f.
Sekop kecil
6.3.
Pelaksanaan
a.
Masukkan
contoh agregat yang beratnya 1,25 x berat minimum benda uji ke dalam wadah . Keringkan dalam oven dengan
suhu (110±5) 0C sampai mencapai berat tetap (W1).
b.
Masukan
benda uji agregat ke dalam wadah dan diberi air pencuci secukupnya sehingga
benda uji terendam.
c.
Aduk pasir dalam wadah yang berisi air kemudian tuangkan suspensi (
cairan bagian permukaan) ke dalam susunan saringan No. 16 dan No. 200.
d.
Masukan
air pencuci baru dan ulangilah pekerjaan ( c ) sampai air diatas
permukaan agregat
jernih.
e.
Semua
bahan yang tertahan saringan No.16 dan No. 200 dituang ke dalam wadah yang telah diketahui
beratnya (W2).
f.
Keringkan
dalam oven dengan suhu (110±5) 0C sampai mencapai berat tetap.
g.
Setelah
kering, timbang dan dan catatlah beratnya (W3).
Hitung
berat bahan kering tersebut (W4 = W3 –
W2)
6.4 Laporan dan
perhitungan
1. Analisis kadar bahan yang lolos saringan No. 200 dalam
prosen. Jika prosentase bahan yang lolos no. 200
> 5% maka kandungan lumpur dalam agregat halus
dinyatakan tinggi/ kotor.
2. Perhitungan :
Jumlah
Bahan Lewat Saringan
No.200 =
|
W1
- W4
|
X 100%
|
|
W1
|
|||
W1 = Berat benda uji semula (gram)
W4 = Berat bahan yang tertahan saringan No.200 (gram)
No comments:
Post a Comment