Pada artikel ini saya menuliskan cara pengujian berat jenis aggregat kasar atau batu splite menggunakan alat timbangan dan keranjang gantung
TUJUAN
Menentukan berat
jenis (bulk), berat jenis kering permukaan jenuh (saturated surface dry), berat jenis semu (apparent), dan penyerapan (absorption)
dari agregat kasar.
RUANG LINGKUP
. Pengujian dilakukan
terhadap agregat kasar, yaitu yang tertahan oleh saringan
berdiameter 4,75 mm
(saringan no. 4). Hasil pengujian ini dapat digunakan dalam
pekerjaan
penyelidikan quarry agregat, perancangan campuran beton dan pengendalian mutu bahan.
DEFINISI
- Berat jenis curah ialah perbandingan antara berat agregat kering dan berat air
suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam
keadaan jenuh pada suhu
25°C;
- Berat jenis kering permukaan jenuh yaitu perbandingan antara berat agregat
kering permukaan jenuh dan berat air suling yang
isinya sama dengan isi
agregat dalam keadan jenuh pada suhu 25°C;
- Berat jenis semu ialah perbandingan antara berat agregat kering dan berat air
suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam
keadaan kering pada suhu
25°C;
- Penyerapan ialah perbandingan berat air yang dapat diserap pori terhadap berat agregat kering, dinyatakan dalam persen.
REFERENSI
SNI 03 - 1969 – 1990, Metode PENGUJIAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN
AIR
AGREGAT KASAR
1. PERINGATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Gunakan pakaian kerja dan APD yang relevan ( Sarung Tangan, Kacamata, Sepatu pengaman )
2. KEGIATAN
6.1.
Persiapan
Bahan
Sampel adalah
agregat kasar dengan berat 5 kg.
6.2.
Peralatan
a. Keranjang kawat ukuran lubang 3,35 mm (No. 6) atau 2,36 mm (No. 8)
dengan
kapasitas kira-kira 5 kg.
b. Tempat air dengan kapasitas dan bentuk yang sesuai untuk pemeriksaan.Tempat
ini harus dilengkapi dengan pipa sehingga permukaan air selalu tetap.
c. Timbangan dengan kapasitas 5 kg dan ketelitian 0,1 % dari berat contoh
yang ditimbang dan dilengkapi dengan alat penggantung keranjang.
d. Oven, yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai
(110±5)°C.
e. Alat pemisah contoh (sample spliter)
f. Saringan no. 4 (4,75 mm).
6.3.
Pelaksanaan
1. Sampel dicuci untuk
menghilangkan debu atau bahan-bahan lain yang melekat pada permukaan agregat.
2.Keringkan
sampel dalam oven pada suhu 110±5
0C sampai beratnya konstan
(tetap).
3. Dinginkan sampel pada suhu
kamar selama 1-3 jam, kemudian timbang dengan
ketelitian 0,5 gram.(W1)
4.Rendam
sampel dalam air pada suhu kamar selama 24 jam.
5.Keluarkan
sampel dari air, lap dengan kain penyerap sampai selaput air pada permukaan hilang (SSD),
untuk butiran yang besar harus dilakukan satu persatu.
6. Timbang
sampel kering permukaan (W2).
7.Letakan
sampel dalam keranjang, goyang-goyangkan keranjangnya dalam air
yang memiliki suhu kamar (25
0C ) untuk
mengeluarkan udara yang tersekap kemudian
tentukan berat sampel di
dalam air ( W3 ).
5.4 Perhitungan
|
Berat Jenis Curah =
|
W1
|
||
|
W2 -
W3
|
|||
|
Berat Jenis Jenuh kering permukaan =
|
W2
|
||
|
W2 -
W3
|
|||
|
Berat jenis
semu =
|
W1
|
||
|
W1 -
W3
|
|||
|
Penyerapan =
|
W2 -
W1
|
x
100%
|
|
|
W1
|
|||
Dimana :
W1 = Berat sampel kering oven (gram)
W2 = Berat sampel kering permukaan jenuh (gram)
W3 = Berat sampel
kering permukaan jenuh dalam air (gram)
No comments:
Post a Comment