Friday, July 5, 2019

Pengujian Berat jenis aggregat kasar atau batu splite


Pada artikel ini saya menuliskan cara pengujian berat jenis aggregat kasar atau batu splite menggunakan alat timbangan dan keranjang gantung

 

 TUJUAN

Menentukan berat jenis (bulk), berat jenis kering permukaan jenuh (saturated surface dry), berat jenis semu (apparent), dan penyerapan (absorption) dari agregat kasar.

RUANG LINGKUP

. Pengujian dilakukan terhadap agregat kasar, yaitu yang tertahan oleh saringan
berdiameter 4,75 mm (saringan no. 4). Hasil pengujian ini dapat digunakan dalam
pekerjaan penyelidikan quarry agregat, perancangan campuran  beton dan pengendalian mutu bahan.

DEFINISI

  • Berat jenis curah ialah perbandingan antara berat agregat kering dan berat air
suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan jenuh pada suhu
25°C;
  • Berat jenis kering permukaan jenuh yaitu perbandingan antara berat agregat
kering permukaan jenuh dan berat air suling yang isinya sama dengan isi
agregat dalam keadan jenuh pada suhu 25°C;
  • Berat jenis semu ialah perbandingan antara berat agregat kering dan berat air
suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan kering pada suhu
25°C;
  • Penyerapan ialah perbandingan berat air yang dapat diserap pori terhadap berat agregat kering, dinyatakan dalam persen.

REFERENSI

             SNI 03 - 1969 – 1990, Metode PENGUJIAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN
                                             AIR AGREGAT KASAR

1.    PERINGATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

       Gunakan pakaian kerja dan APD yang relevan ( Sarung Tangan, Kacamata, Sepatu   pengaman )

2.    KEGIATAN

6.1.     Persiapan Bahan
Sampel adalah agregat kasar dengan berat 5 kg.
6.2.     Peralatan
a.     Keranjang kawat ukuran lubang 3,35 mm (No. 6) atau 2,36 mm (No. 8) dengan
kapasitas kira-kira 5 kg.
b.    Tempat air dengan kapasitas dan bentuk yang sesuai untuk pemeriksaan.Tempat ini harus dilengkapi dengan pipa sehingga permukaan air selalu tetap.
c.     Timbangan dengan kapasitas 5 kg dan ketelitian 0,1 % dari berat contoh yang ditimbang dan dilengkapi dengan alat penggantung keranjang.
d.    Oven, yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (110±5)°C.
e.     Alat pemisah contoh (sample spliter)
f.     Saringan no. 4 (4,75 mm).


6.3.     Pelaksanaan

1.            Sampel dicuci untuk menghilangkan debu atau bahan-bahan lain yang melekat pada permukaan agregat.
2.Keringkan sampel dalam oven pada suhu 110±5 0C sampai beratnya konstan (tetap).
3.            Dinginkan sampel pada suhu kamar  selama 1-3 jam, kemudian timbang dengan ketelitian 0,5 gram.(W1)
4.Rendam sampel dalam air pada suhu kamar selama 24 jam.
5.Keluarkan sampel dari air, lap dengan kain penyerap sampai selaput air pada permukaan hilang (SSD), untuk butiran yang besar harus dilakukan satu persatu.
6. Timbang sampel kering permukaan (W2).
7.Letakan sampel dalam keranjang, goyang-goyangkan keranjangnya dalam air yang memiliki suhu kamar (25 0C ) untuk mengeluarkan udara yang tersekap kemudian tentukan berat sampel di dalam air ( W3 ).


5.4   Perhitungan



Berat Jenis Curah                               =
W1

W2 - W3





Berat Jenis Jenuh kering permukaan =
W2

W2 - W3





Berat  jenis semu                               =
W1

W1 - W3





Penyerapan                                      =
W2 - W1
x 100%
W1



Dimana :
               W1 = Berat sampel kering oven (gram)
               W2 = Berat sampel kering permukaan jenuh (gram)
               W3 = Berat sampel kering permukaan jenuh dalam air (gram)

No comments:

Post a Comment

Search This Blog