Pada artikel ini saya menuliskan cara pengujian berat jenis batu splite atau batu aggregat dengan menggunakan timbangan dan bohler yang dapat terukur volumenya
1. TUJUAN
Prosedur
ini dibuat sebagai acuan untuk menentukan parameter unsur pembentuk adukan
sebagai perbandingan antara berat dengan volumenya dalam kondisi kering oven dan kondisi kering permukaan.
2. RUANG LINGKUP
Metode Pengujian Berat Isi dan Rongga Udara dalam Agregat ini mencakup :
1) perhitungan berat isi dalam kondisi padat atau gembur dalam agregat.
2) ketentuan-ketentuan peralatan, contoh uji, perhitungan, cara uji dan
laporan
hasil uji.
3. DEFINISI
Yang dimaksud dengan :
1) Berat isi agregat adalah berat agregat persatuan isi;
2) Berat adalah gaya gravitasi yang mendesak agregat;
3) Agregat
Material granular misalnya pasir, kerikil,
batu pecah dan kerak tungku pijar yang digunakan bersama-sama dengan suatu
media pengikat untuk membentuk suatu beton atau adukan semen hidraulik.
4) Agregat halus
Adalah hasil desintegrasi ‘alami’ batuan atau
berupa batu pecah yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai
ukuran butir lebih kecil dari 5,0 mm
5) Agregat kasar
Adalah
hasil desintegrasi ‘alami’ batuan atau berupa batu pecah yang dihasilkan oleh
industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 – 40,0 mm
4. REFERENSI
SNI 03-4804-2008, Metode Pengujian Bobot Isi Dalam Agregat
5. PERINGATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
1.
Gunakan
pakaian kerja dan APD yang relevan ( Masker, Sarung Tangan, Kacamata )
6. KEGIATAN
6.1. Persiapan
Bahan
Sampel yang digunakan dalam kondisi
kering oven atau kering permukaan.
6.2. Persiapan
Peralatan
1. Timbangan dengan ketelitian 0,1 gram kapasitas 2 kg untuk contoh agregat
halus, dan ketelitian
1 gram kapasitas 20 kg untuk contoh agregat kasar;
2. batang penusuk terbuat dari baja berbentuk batang lurus, berdiamater
16 mm
dan panjang 600 mm dan
ujungnya dibuat setengah bundar:
3 Alat penakar berbentuk silinder terbuat dari logam atau bahan kedap
air
dengan ujung dan
dasar yang benar-benar rata, kapasitas penakar
sesuai dengan Tabel 1;
Tabel 1 Kapasitas Penakar Untuk
Berbagai Ukuran Agregat
Ukuran Besar Nominal Agregat
(mm)
|
Kapasitas Maksimum Penakar
(liter)
|
12.5
|
2.8
|
25.0
|
9.3
|
37.5
|
14
|
75.0
|
28
|
112.0
|
70
|
150.0
|
100
|
4) sekop atau sendok
sesuai dengan kebutuhan.
6.3.
Pelaksanaan
6.3.1 Kondisi Padat
Cara tusuk
- Mengaduk sampel hingga tercampur merata
- Menimbang berat penakar (W1) dan menentukan volume penakar (V)
- Mengisi agregat sampai mencapai sepertiga dari volume dan ratakan dengan batang perata.
- Menusuk lapisan agregat sebanyak 25 x tusukan menggunakan batang penusuk.
- Mengisi penakar sampai berlebih hingga berbentuk cembung pada permukaan penakar dan tusuk lagi.
- Meratakan permukaan agregat dengan batang perata.
- Menimbang berat penakar yang berisi agregat dengan ketelitian 0,05 kg. (W2)
6.3.2 Kondisi Gembur
Kondisi gembur dengan
cara sekop atau sendok :
- Mengaduk sampel hingga tercampur merata
- Menimbang berat penakar (W1) dan menentukan volume penakar (V)
- Mengisi penakar dengan agregat menggunakan sekop atau sendok berlebih hingga berbentuk cembung pada permukaan penakar dan hindarkan terjadinya pemisahan dari butir agregat.
- Meratakan permukaan agregat dengan batang perata.
- Menimbang berat penakar yang berisi agregat dengan ketelitian 0,05 kg. (W2)
5.4 Perhitungan
Perhitungan
bobot isi padat dan gembur
Berat
isi =
|
W2
-W1
|
V
|
Dimana : W1 = Berat
penakar (gram)
W2 = Berat penakar + agregat (gram)
V
= Volume penakar (cm3)
thanks, cukup membantu
ReplyDelete