Pada artikel ini saya menuliskan cara pengujian berat jenis aggregat halus atau pasir dengan menggunakan alat timbangan dan keranjang gantung
1. TUJUAN
Menentukan berat
jenis (bulk), berat jenis kering permukaan jenuh (saturated surface dry), berat jenis semu (apparent), dan penyerapan (absorption)
dari agregat halus.
2. RUANG LINGKUP
Pengujian ini
dilakukan pada tanah jenis agregat halus, yaitu lolos saringan No. 4 (4,75
mm).Hasil pengujian ini selanjutnya dapat gunakan dalam pekerjaan penyelidikan
quarry agregat , perancangan campuran beton dan pengendalian mutu bahan
3. DEFINISI
- Berat jenis curah ialah perbandingan antara berat agregat kering dan berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan jenuh pada suhu 25°C;
- Berat jenis jenuh kering permukaan yaitu perbandingan antara berat agregat kering permukaan jenuh dan berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan jenuh pada suhu 25°C;
- Berat jenis semu ialah perbandingan antara berat agregat kering dan berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan kering pada suhu 25°C;
- Penyerapan ialah perbandingan berat air yang dapat diserap pori terhadap berat agregat kering, dinyatakan dalam persen.
4. REFERENSI
SNI
03 – 1970 – 1990 Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus
5. PERINGATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Gunakan pakaian kerja dan APD yang
relevan ( Sarung Tangan, Kacamata, Sepatu pengaman )
6. PERALATAN DAN BAHAN
6.1. Persiapan
Bahan
Sampel adalah
agragregat halus yang lewat saringan No.4 dari alat pemisah contoh sebanyak
1000 gram.
6.2. Persiapan
Peralatan
a.
Timbangan
dengan ketelitian 0,1% yang mempunyai kapasitas 3000 gr
b.
Piknometer
dengan kapasitas 1000
ml.
c.
Kerucut
terpancung (cone) diameter atasnya (40 ± 3) mm, diameter bawahnya (90 ± 3) mm,
dan tinggi (75 ± 3) mm, dibuat dari logam tebal minimum 0,8 mm.
d.
Batang
penumbuk dan bidang permukaan rata beratnya (340 ± 15) gram, diameter permukaan
penumbuk (25 ± 3) mm
e.
Oven
yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk pemanasan sampai suhu (110±50C)
f.
Talam
besar
g.
Talam kecil
h.
Bejana
tempat air
i.
Air
suling
7. PROSEDUR DAN TANGGUNG JAWAB
7.1 Pengujian Sampel
|
1.
Keringkan sampel dalam oven
pada suhu (110 ± _5)°C, sampai berat tetap; yang dimaksud berat tetap adalah
keadaan berat sampel selama 3 kali proses penimbangan dan pemanasan dalam
oven dengan selang waktu 2 jam berturut turut,tidak akan mengalami perubahan
kadar air lebih besar daripada 0,1 % dinginkan pada suhu ruang, kemudian
rendam dalam air selama (24 ± 4) jam.
5.
Buang air perendam dengan
hati-hati, jangan ada butiran yang hilang, tebarkan agregat diatas talam,
keringkan di udara panas dengan cara membalik-balikan sampel; lakukan
pengeringan sampai tercapai keadaan kering permukaan jenuh.
6.
Sebagian
dari contoh dimasukan pada kerucut terpancung, padatkan dengan batang
penumbuk sebanyak 25 kali, angkat kerucut terpancung. Keadaan ini tercapai
bila sampel runtuh akan tetapi masih dalam keadaan tercetak.
7.
Segera setelah tercapai keadaan
kering permukaan jenuh masukkan 500 gram (W1) sampel ke dalam piknometer;
masukkan air suling sampai mencapai 90% isi piknometer, putar sambil di guncang sampai tidak terlihat gelembung udara di dalamnya; untuk mempercepat proses ini dapat dipergunakan pompa hampa udara, tetapi harus diperhatikan jangan sampai ada air yang ikut terhisap, dapat juga dilakukan dengan
merebus piknometer;
8.
Rendam piknometer dalam air dan
ukur suhu air untuk penyesuaian perhitungan suhu standar 25°C.
9.
Timbang piknometer yang berisi air dan
sampel sampai ketelitian 0,1 gram (W2).
10. Keluarkan
sampel, lalu keringkan dalam oven dengan suhu (110 ± 5 0C).
11. Setelah
dingin, timbang sampel (W3).
12. Tentukan
berat piknometer berisi air penuh dan ukur suhu air guna penyesuaian dengan
suhu standar 25 0C (W4)
|
8. PERHITUNGAN
Berat Jenis Curah =
|
W3
|
||
W1 +
W4 -W2
|
|||
Berat Jenis Jenuh kering permukaan =
|
W1
|
||
W1 +
W4 -W2
|
|||
Berat jenis
semu
=
|
W3
|
||
W3 +
W4 -W2
|
|||
Penyerapan
=
|
W1 -
W3
|
x
100%
|
|
W3
|
|||
Dimana : W1 = Berat
sampel kering permukaan jenuh (gram)
W2 = Berat piknometer + berat agregat
+ berat air (gram)
W3 = Berat sampel kering oven (gram)
W4 = Berat piknometer berisi air
(gram)
No comments:
Post a Comment