Friday, July 5, 2019

Pengambilan beton inti atau coredrill dan pengujian kuat tekan beton coredrill


Pada artikel ini saya menuliskan cara pengambilan dan pengujian sampel coredrill atau bor inti, pengujian ini dilakukan apabila mutu beton dilapangan terindikasi ada ketidaksesuaian dengan rencana mutu

1.     TUJUAN

Tujuan pengujian ini adalah untuk mengambil sampel beton di lapangan dan mendapatkan nilai estimasi kuat tekan beton pada struktur yang sudah dilaksanakan.

2.     RUANG LINGKUP

1.     Metoda ini mencakup cara pengambilan beton inti, persiapan pengujian dan penentuan kuat tekannya
2.     Metode pengujian ini meliputi persiapan peralatan dan pelaksanaan pengujian serta
perhitungan kuat tekan benda uji beton inti.

3.     DEFINISI

1)   Benda uji beton inti ialah benda uji beton berbentuk silinder hasil pengeboran beton
      pada struktur yang sudah dilaksanakan;
2)   Kuat tekan beton inti ialah kuat tekan dari benda uji beton inti;
3)   Bidang aksial dari benda uji beton inti adalah bidang datar fiktif yang melalui
      sumbunya;
4)   Kaping adalah pemberian lapisan perata pada permukaan bidang tekan benda uji.

4.     REFERENSI

SNI 03 – 2492 – 2002, Metode Pengambilan dan Pengujian Beton Inti.
SNI 03 – 3403 – 1994, Metode Pengujian Kuat Tekan Inti Pemboran.

5.     PERINGATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

1.       Gunakan pakaian kerja dan APD yang relevan. ( Sepatu pengaman, kacamata, sarungtangan, masker )


6.     KEGIATAN

6.1.     Persiapan Peralatan
a.     Mesin Core Drill Beton
b.    Mesin Kuat Tekan Beton
c.     Gerinda
d.    Timbangan Digital
e.     Waterpas
f.     Satu Set Peralatan Kaping

6.2.    Pengambilan Sampel di Lapangan
Ujung beton inti harus dipersiapkan untuk keperluan uji kuat tekan sebagai berikut :
1.     Permukaan bidang tekan benda uji harus rata dan tegak lurus terhadap sumbu benda Uji
2.     Apabila ketentuan 1) tidak dapat dipenuhi, permukaan bidang tekan dan benda uji harus diratakan dengan mesin gergaji beton atau gerinda, sehingga memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a.     Penyimpangan kerataan permukaan bidang tekan tidak boleh lebih dan 1 mm terhadap permukan ujung benda uji;
b.    Penyimpangan ketidaklurusan permukaan bidang tekan terhadap sumbu benda uji tidak tidak boleh lebih dan 50
c.     Penyimpangan diameter permukaan bidang tekan tidak boleh lebih dan 1 mm terhadap diameter rata-rata benda uji.


6.3.    Pengujian Sampel di Laboratorium
1.     Ambil benda uji beton inti yang akan ditentukan kuat tekannya berikut “laporan
pengambilan benda uji beton inti” (SK SNI-M-61-1990-03 Metode Pengambilan Benda
Uji Beton Inti)
2.     Pindahkan data benda uji yang ada dari laporan pengambilan benda uji beton inti ke
dalam Isian Formulir Pengujian Kuat Tekan Beton Inti
3.     Periksa apakah ketentuan benda uji menurut Ayat 3.2.1 sudah terpenuhi atau belum apabila belum, persiapkan benda uji agar memenuhi ketentuan Ayat 3.2.1
4.     Ukur diameter dan panjang benda uji menurut Pasal 3.3 dan Pasal 3.4
5.     Apabila ada, ukur diameter tulangan besi
6.     Ukur jarak terpendek antara tulangan dengan ujung benda uji
7.     Timbang benda uji
8.     Lapisi benda uji dengan lapisan untuk kaping menurut Pasal 3.5
9.     Setelah kaping, ukur panjang benda uji menurut Pasal 3.4
10.  Rawat benda uji menurut Pasal 3.6
11.  Setelah waktu perawatan benda uji berakhir, persiapkan benda uji untuk pengujian
12.  Letakkan benda uji pada mesin uji tekan menurut Pasal 3.7
13.  Jalan mesin uji tekan dengan penambahan beban uji yang konstan menurut Pasal 3.8
14.  Lakukan pemberian benda uji sampai benda uji hancur
15.  Catat beban uji maksimum
16.  Catat/gabar tipe keremukan dari benda uji
17.  Catat sifat tampak bahan beton dari benda uji
18.  Catat ukuran maksimum agregat
19.  Tentukan apakah diameter benda uji memenuhi ketentuan Pasal 3.9 mengenai ukuran maksimum agregat kasar dalam benda uji
20.  Apabila lulus dari penilaian menurut butir 19 Bab IV, hitung diameter rata-rata benda uji menurut Pasal 3.3
21.  Hitung panjang rata-rata benda uji sebelum kaping menurut Pasal 3.4
22.  Hitung panjang rata-rata benda uji sesudah kaping menurut Pasal 3.4
23.  Hitung berat isi benda uji
24.  Hitung kuat tekan beton inti menurut rumus (3) Pasal 3.9
25.  Tentukan faktor pengali Co menurut Pasal 3.10
26.  Tentukan faktor pengali C1 menurut Pasal 3.11
27.  Apabila ada, tentukan faktor pengali C2 menurut Pasal 3.12
28.  Hitung kuat tekan beton inti yang dikoreksi menurut rumus (6) Pasal 3.13


6.4   Perhitungan dan Laporan
Laporan hasil pengujian meliputi :
1. Uraian dan identifikasi benda uji.
2. Ukuran nominal agregat maksimum.
3. Tanggal pengambilan.
4. Pengamatan secara visual, identifikasi tidak hanya kelainan.
5. Tulangan, jika ada diameter dan posisi dalam mm.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog