Pada artikel ini saya menuliskan cara pengambilan dan pengujian sampel coredrill atau bor inti, pengujian ini dilakukan apabila mutu beton dilapangan terindikasi ada ketidaksesuaian dengan rencana mutu
1. TUJUAN
Tujuan
pengujian ini adalah untuk mengambil sampel beton di lapangan dan mendapatkan
nilai estimasi kuat tekan beton pada struktur yang sudah dilaksanakan.
2. RUANG LINGKUP
1.
Metoda ini mencakup
cara pengambilan beton inti, persiapan pengujian dan penentuan kuat tekannya
2.
Metode pengujian ini
meliputi persiapan peralatan dan pelaksanaan pengujian serta
perhitungan kuat
tekan benda uji beton inti.
3. DEFINISI
1) Benda uji beton inti ialah
benda uji beton berbentuk silinder hasil pengeboran beton
pada
struktur yang sudah dilaksanakan;
2) Kuat
tekan beton inti ialah kuat tekan dari benda uji beton inti;
3) Bidang aksial dari benda
uji beton inti adalah bidang datar fiktif yang melalui
sumbunya;
4) Kaping adalah pemberian lapisan perata
pada permukaan bidang tekan benda uji.
4. REFERENSI
SNI 03 – 2492 – 2002, Metode Pengambilan dan Pengujian Beton Inti.
SNI 03 – 3403 – 1994, Metode Pengujian Kuat Tekan Inti Pemboran.
5. PERINGATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
1.
Gunakan
pakaian kerja dan APD yang relevan. ( Sepatu pengaman, kacamata, sarungtangan,
masker )
6. KEGIATAN
6.1.
Persiapan
Peralatan
a.
Mesin Core Drill Beton
b.
Mesin Kuat Tekan Beton
c.
Gerinda
d.
Timbangan Digital
e.
Waterpas
f.
Satu Set Peralatan Kaping
6.2. Pengambilan Sampel di
Lapangan
Ujung beton
inti harus dipersiapkan untuk keperluan uji kuat tekan sebagai berikut :
1.
Permukaan bidang
tekan benda uji harus rata dan tegak lurus terhadap sumbu benda Uji
2.
Apabila ketentuan 1)
tidak dapat dipenuhi, permukaan bidang tekan dan benda uji harus diratakan
dengan mesin gergaji beton atau gerinda, sehingga memenuhi ketentuan sebagai
berikut :
a.
Penyimpangan kerataan
permukaan bidang tekan tidak boleh lebih dan 1 mm terhadap permukan ujung benda
uji;
b.
Penyimpangan
ketidaklurusan permukaan bidang tekan terhadap sumbu benda uji tidak tidak
boleh lebih dan 50
c.
Penyimpangan diameter
permukaan bidang tekan tidak boleh lebih dan 1 mm terhadap diameter rata-rata
benda uji.
6.3. Pengujian
Sampel di Laboratorium
1. Ambil benda uji beton inti yang akan ditentukan kuat tekannya berikut
“laporan
pengambilan benda uji beton inti” (SK SNI-M-61-1990-03 Metode
Pengambilan Benda
Uji Beton Inti)
2.
Pindahkan data benda
uji yang ada dari laporan pengambilan benda uji beton inti ke
dalam Isian Formulir Pengujian Kuat Tekan Beton Inti
3.
Periksa apakah
ketentuan benda uji menurut Ayat 3.2.1 sudah terpenuhi atau belum apabila
belum, persiapkan benda uji agar memenuhi ketentuan Ayat 3.2.1
4.
Ukur diameter dan
panjang benda uji menurut Pasal 3.3 dan Pasal 3.4
5.
Apabila ada, ukur
diameter tulangan besi
6.
Ukur jarak terpendek
antara tulangan dengan ujung benda uji
7.
Timbang benda uji
8.
Lapisi benda uji
dengan lapisan untuk kaping menurut Pasal 3.5
9.
Setelah kaping, ukur
panjang benda uji menurut Pasal 3.4
10.
Rawat benda uji
menurut Pasal 3.6
11.
Setelah waktu
perawatan benda uji berakhir, persiapkan benda uji untuk pengujian
12.
Letakkan benda uji
pada mesin uji tekan menurut Pasal 3.7
13.
Jalan mesin uji tekan
dengan penambahan beban uji yang konstan menurut Pasal 3.8
14.
Lakukan pemberian
benda uji sampai benda uji hancur
15.
Catat beban uji
maksimum
16.
Catat/gabar tipe
keremukan dari benda uji
17.
Catat sifat tampak
bahan beton dari benda uji
18.
Catat ukuran maksimum
agregat
19.
Tentukan apakah
diameter benda uji memenuhi ketentuan Pasal 3.9 mengenai ukuran maksimum
agregat kasar dalam benda uji
20.
Apabila lulus dari
penilaian menurut butir 19 Bab IV, hitung diameter rata-rata benda uji menurut
Pasal 3.3
21.
Hitung panjang
rata-rata benda uji sebelum kaping menurut Pasal 3.4
22.
Hitung panjang
rata-rata benda uji sesudah kaping menurut Pasal 3.4
23.
Hitung berat isi
benda uji
24.
Hitung kuat tekan
beton inti menurut rumus (3) Pasal 3.9
25.
Tentukan faktor
pengali Co menurut Pasal 3.10
26.
Tentukan faktor
pengali C1 menurut Pasal 3.11
27.
Apabila ada, tentukan
faktor pengali C2 menurut Pasal 3.12
28.
Hitung kuat tekan
beton inti yang dikoreksi menurut rumus (6) Pasal 3.13
6.4 Perhitungan
dan Laporan
Laporan hasil pengujian meliputi
:
1. Uraian dan identifikasi benda
uji.
2. Ukuran nominal agregat
maksimum.
3. Tanggal pengambilan.
4. Pengamatan secara visual, identifikasi
tidak hanya kelainan.
5. Tulangan, jika ada diameter
dan posisi dalam mm.
No comments:
Post a Comment