Monday, July 15, 2019

Pengujian Kuat Tekan beton dengan alat UCS


Berikut saya tuliskan cara pengujian kuat tekan beton dengan alat UCS

 1.0  TUJUAN

Prosedur ini dibuat sebagai acuan untuk menentukan kuat tekan (compressive strength) beton dengan benda uji/sampel berbentuk silinder ataupun kubus yang dibuat dan dimatangkan (curing) di laboratorium maupun di lapangan.

2.0  RUANG LINGKUP

Pengujian dilakukan terhadap beton segar (fresh concrete) yang mewakili campuran beton. Bentuk sampel bisa berwujud silinder ataupun kubus. Hasil pengujian ini dapat digunakan dalam pekerjaan :

1) Perancangan campuran beton;
2) Pengendalian mutu beton pada pelaksanaan pembetonan.

3.0  DEFINISI

-  Kuat tekan beban beton adalah besarnya beban per satuan luas, yang menyebabkan sampel beton hancur bila dibebani dengan gaya tekan tertentu, yang dihasilkan atau diperoleh dari mesin tekan.
-  Caping adalah Lapisan perata

4.0  REFERENSI

  - SNI 1974 –2011   Metode Pengujian Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder
  - PBI (Peraturan Beton Indonesia ) 1971
  - SNI 03- 6369-2008, Tata Cara Pembuatan Kaping untuk benda uji silinder Beton

5.0  PERINGATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

5.1 Koordinasi dengan fungsi laboratorium untuk penanganan sampel yang mengandung bahan kimia.
5.2  Pastikan APD dalam kondisi layak pakai
5.3  Gunakan pakaian kerja dan APD yang relevan.( Kacamata, Sarungtangan kulit,   Masker gas, Sepatu Pengaman )
5.4  Pastikan peralatan yang akan digunakan dalam kondisi standar
5.5  Caping dilakukan di ruang asam
5.6  Penyimpanan bahan untuk caping harus mengikuti MSDS.

6.0  PERALATAN DAN BAHAN

6.1    Alat Caping

6.2     Jangka Sorong / Mistar Ukur
6.3    Timbangan Digital
6.4    Mesin Tekan
6.5    Bubuk Belerang
6.6    Waterpas
 

7.0  PERLAKUAN SAMPEL

7.1   Silinder

Melaksanakan proses caping apabila sampel berbentuk silinder sesuai dengan langkah berikut:

7.1.1    Sebelum dicaping harus pastikan permukaan sampel telah kering terlebih dahulu, lalu melapisi permukaan atas dan bawah sampel dengan mortar belerang dengan cara sebagai berikut: Lelehkan mortar belerang didalam pot peleleh (melting pot) yang dinding dalamnya telah dilapisi tipis dengan gemuk.

7.1.2    Letakkan sampel tegak lurus pada cetakan pelapis sampai mortar belerang cair dengan menggunakan waterpas agar didapat permukaan sampel  yang rata. Dengan cara yang sama lakukan pelapisan pada permukan lainnya

     7.2  Kubus

Sampel  cukup dibersihkan dari partikel menggunakan kain lap

8.0  KEGIATAN DAN TANGGUNG JAWAB

8.1. Pengujian Sampel 
       Melakukan pengujian kuat tekan beton dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Meletakkan benda uji pada mesin tekan secara sentris;
2)  Menjalankan mesin tekan dengan bergerak dengan kecepatan pembebanan dalam rentang 0.15 Mpa/detik sampai dengan 0.35 Mpa/detik
3) Melakukan pembebanan sampai beban maksimum tercapai
4)  Melakukan dokumentasi ( foto bila diminta oleh pelanggan) bentuk pecah atau retakan dari benda uji.

9.0  PERHITUNGAN DAN LAPORAN

9.1   Perhitungan  

Melakukan perhitungan kuat tekan beton yang  didapatkan dari hasil perbandingan beban maksimum terhadap luas penampang.
Koordinator Analis

            Kuat Tekan = P/ A (Mpa)

              Dimana : P = Beban Maksimum (N)
                            A = Luas Penampang (mm2)
            9.1.1   Faktor Konversi
                 a.  Bentuk Benda Uji Kubus
Untuk mengkonversikan nilai kuat tekan dari benda uji kubus ke silinder standar dapat dilakukan dengan cara mengalikan menggunakan Tabel 1.
                                             Tabel 1. Faktor Konversi Kubus ke Silinder
Bentuk benda Uji
Perbandingan
Kubus : 15cm x 15 cm x 15 cm
            20cm x 20 cm x 20 cm 
Silinder : 15 cm x 30 cm  *)
1.0
0.95
0.83
                           (*) Ukuran silinder standar  berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm
b. Bentuk Silinder Tidak Standar
Jika bentuk silinder sampel tidak standar maka kuat tekan beton yang diperoleh perlu dilakukan koreksi dengan mengalikan faktor koreksi yang sesuai seperti tabel berikut.
                        Tabel 2. Faktor koreksi rasio panjang (L) dengan diameter (D) benda uji
L/D
2.00
1.75
1.50
1.25
1.00
Faktor Koreksi
1.00
0.98
0.96
0.93
0.87
                       Catatan Faktor koreksi diatas berlaku :
1.       Beton ringan dengan bobot isi  1600 sampai 1920 kg/m3 dan beton normal

 







No comments:

Post a Comment

Search This Blog