Kali ini saya membagikan cara penyiapan aggregat sebelum melakukan pengujian
1. Ruang Lingkup
1) Tata cara ini membahas ketentuan dan cara penyiapan benda uji agregat dari suatu contoh agregat benda uji yang dihasilkan mempunyai sifat sama dengan contohnya.
2) Lingkup
tata cara mencakup,
penyiapan
benda
uji
dari contoh yang
datang
dari lapangan disesuaikan dengan kondisi agregat serta jumlah benda uji yang diperlukan.
2. Acuan
Standar ini mengacu pada standar tersebut dibawah ini.
- American Association of State Highways and Transportations Official, Part II Tests
1990 : Standard Method of Reducing Field Samples of Aggregate to Testing Size.
AASHTO T. 24898.
3. Istilah dan Deiinisi Yang dimaksud dengan:
3.1
Benda uji
Bagian dari
contoh agregat yang telah disiapkan dengan cara
tertentu dan siap diuji;
3.2
Contoh agregat
Material yang diambil dari satu kelompok material dengan cara tertentu sehingga mewakili kelompok tersebut.
4. Prinsip
1) Keharusan pengambilan
contoh agregat
yang
mewakili kelompok
agregat
sama pentingnya dengan pengujian itu sendiri.
2) Banyaknya contoh agregat yang diambil dari kelompok agregat di lapangan harus diprogramkan sesuai dengan jenis pengujian yang akan dilaksanakan.
3) Benda uji harus disiapkan
sehingga mempunyai
sifat yang
sama dengan contoh agregat.
4) Sesuai dengan 3) bila contoh agregat terdiri lebih dari satu wadah, maka benda uji harus disiapkan dari campuran seluruh contoh agregat yang ada.
5) Bila dalam contoh agregat hanya mengandung beberapa butir fraksi tertentu sehingga
kalau contoh dibagi bagian tersebut
tidak dapat terbagi rata, maka contoh harus diuji seluruhnya sebagai satu benda uji.
5. Metode Penyiapan Benda Uji
Penyiapan benda uji dari contoh agregat yang telah diambil dari lapangan dapat dilakukan dengan salah satu dari
3 metode berikut :
• Metode spliter (Gambar 1).
• Metode perempatan yang terdiri dari dua
cara
yaitu
1) Metode perempatan cara 1 (Gambar 2)
2) Metode perempatan cara 2 (Gambar 3)
• Metode pembentukan gundukan mini (Gambar 4)
6. Peralatan
6.1
Peralatan untuk Metode Spliter
Peralatan untuk metode spliter
disajikan dalam
Gambar
1
dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Spliter dengan syarat sebagai berikut :
a) Mempunyai lubang pembagi berjumlah genap, paling sedikit 8 untuk
agregat kasar
dan paling sedikit 12 untuk agregat halus;
b) Lebar lubang-lubang tersebut harus sama dan setiap lubang yang berurutan, arah aliran
pengeluarannya saling berlawanan;
c) Lebar lubang tidak boleh kurang dari 1,5 kali Likuran agregat terbesar yang akan dibagi;
d) Spliter harus
dapat
mengalirkan secara Iancar agregat yang
dibaginya.
2) Dua buah penampung;
3) Nampan yang digunakan sebagai alat untuk
menuangkan contoh ke dalam spliter;
4) Wadah-wadah untuk
menampung hasil
pembagian contoh.
6.2
Peralatan untuk Metode Perempatan
1) Peralatan untuk
metode perempatan cara
1 adalah :
a) Sekop.
b) Sapu atau sikat.
c) Mistar pelurus.
d) Lantai datar, rata, dan tidak mudah lepas untuk menempatkan agregat yang akan
dibagi.
e) Wadah-wadah untuk menampung hasil
pembagian contoh.
2) Peralatan untuk
metode perempatan cara
2 adalah :
a) Terpal atau lembaran plastik ukuran kira-kira 2 x 2,5m untuk penempatan agregat
yang
akan dibagi.
b) Tongkat pelurus. c)
Sikat.
d) Wadah-wadah untuk menampung hasil
pembagian.
3) Peralatan untuk Metode Gundukan Mini
Peralatan untuk metode gundukan mini adalah :
• Sekop kecil atau sendok.
• Alas yang rata, keras, halus dan tidak mudah lepas untuk meletakkan agregat.
• Wadah-wadah untuk menampung hasil
pembagian.
7 Pemilihan Metode
7.1
Metode Spliter
Metode spliter digunakan untuk :
1)
Agregat kasar;
2)
Agregat halus
yang lebih kering dari permukaan jenuhnya;
3) Pembagian
pendahuluan agregat halus
basah
yang jumlahnya
cukup banyak;
pembagian dilakukan menggunakan spliter yang mempunyai ukuran lubang besar yaitu
37,5 mm sampai mendapatkan
contoh paling sedikit 5 kg, selanjutnya
contoh yang diperoleh dikeringkan dan dibagi menggunakan
spliter yang berukuran sesuai dengan ukuran agregat halus.
7.2
Metode Perempatan
Metode
perempatan digunakan
untuk :
1)
Agregat kasar;
2)
Agregat halus yang lebih basah dari keadaan kering permukaan jenuh.
Metode spliter
mertipakan pilihan terbaik
dalam penyiapan
contoh benda
uji, meskipun metode perempatan
dapat juga digunakan.
7.3
Metode Gundukan Mini
Metode
gundukan mini digunakan
untuk :
1)
Agregat halus dalam kondisi basah.
2) Sebagai lanjutan dari metode spliter atau perempatan untuk mendapatkan
jumlah benda uji tertentu.
Pemilihan metode penyiapan ini secara keseluruhan
digambarkan dalam bentuk bagan
alir yang dapat dilihat dalam Lampiran.
7.4
Memperkirakan Keadaan Kering Permukaan
Jenuh
Agregat Halus
Sebagai pendekatan
dalam memperkirakan kadar kering permukaan jenuh dapat dilakukan dengan mengepal
contoh agregat halus. Bila
setelah kepalan dibuka masih menggumpal menandakan agregat halus tersebut dalam keadaan kering permukaan jenuh atau lebih basah.
8 Persiapan Pengerjaan
8.1
Penentuan Jumlah Benda Uji
1) Buat daftar pengujian-pengujian yang akan dilaksanakan pada contoh yang akan diuji.
2)
Tentukan daftar banyaknya bahan yang diperlukan
untuk setiap benda uji.
8.2
Penyiapan Bahan
1) Siapkan wadah-wadah bahan benda uji serta label sesuai dengan daftar yang telah
dibuat dalam 8.1;
2)
Kumpulkan semua contoh
agregat ditempat akan melakukan penyiapan bahan;
3) Periksa apakah contoh tersebut
termasuk agregat kasar atau agregat halus dan periksa ukuran butir terbesar;
4) Bila material berupa agregat halus periksa kondisi kering permukaan jenuh seperti yang diuraikan dalam 7.4.
8.3
Pemilihan Metode Penyiapan
Sebagai hasil pemeriksaan
sub pasal 8.2.3) dan 8.2.4) tentukan metode penyiapan
yang tepat sesuai dengan ayat 7 atau dapat dilihat dalam bagan alir yang digambarkan dalam Lampiran A.
8.4
Cara Pelaksanaan
8.4.1
Metode Spliter
Metode
spliter dikerjakan
sebagai berikut :
1) Siapkan
spliter yang
mempunyai ukuran
lubang kira-kira
1,5 kali
ukuran butir agregat terbesar;
2)
Letakkan kedua penampang di bawah lubang pembagi;
3)
Isikan contoh agregat
secukupnya ke dalam nampan pemasok;
4) Ratakan contoh agregat tersebut pada seluruh lebar nampan pemasok sehingga
dapat terbagi rata masuk ke dalam
spliter;
5) Tumpahkan contoh agregat tersebut ke dalam spliter dengan kecepatan tertentu
sehingga terjadi aliran
bebas melalui lubang persegi;
6) Teruskan kegiatan 1) sampai dengan 5) hingga semua contoh uji terbagi menjadi dua bagian;
7) Kerjakan
kegiatan 1)
sampai dengan
6) terhadap
salah satu
hasil pembagian
sampai diperoleh jumlah benda uji yang direncanakan. Simpan hasil pembagian yang
lain dan
gunakan untuk
penyiapan benda uji
bila basil
pembagian yang pertama tidak mencukupi;
8) Masukkan semua bahan hasil pembagian yang telah diperoleh ke dalam wadah-
wadah seperti yang telah disiapkan dalam 8.2.1).
8.4.2
Metode Perempatan
Pilihlah cara perempatan
yang akan digunakan sesuai dengan pasal 5.
1.
Metode perempatan
cara
1
(1) Tumpahkan contoh dari semua wadah ke suatu permukaan lantai yang keras,
halus, datar, rata dan tidak mudah terkelupas.
(2) Aduk contoh agregat yang sudah terkumpul tersebut secara merata dengan membalik-balikkannya dengan menggunakan sekop.
(3) Pada pembalikan yang terakhir bentuklah kerucut dengan menempatkan
satu sekop contoh penuh ke atas sekopan sebelumnya.
(4) Tekan
puncak kerucut tersebut
dengan sekop
secara hati-hati
sehingga terbentuk kerucut terpancung
dengan ketebalan dan diameter yang
seragam. Usahakan diameter
kerucut terpancung ini kira-kira 4 sampai 8
kali
ketebalannya.
(5) Bagilah kerucut terpancung tersebut dengan sekop menjadi empat bagian yang sama.
(6) Ambil 2 bagian
yang
bersilangan
dengan sekop dan dengan
kwas sampai
seluruh material terbawa
seperti yang terlihat dalam Gambar
2.
(7) Teruskan pembagian seperti urutan (1)
sampai dengan (6)
terhadap bagian contoh yang telah dikerjakan pada (6) sampai mendapatkan jumlah bahan benda
uji
yang direncanakan.
(8) Masukkan semua bahan hasil pembagian yang telah didapat ke dalam wadah- wadah serta beri label seperti yang telah disiapkan dalam 8.2.2)
2)
Metode perempatan cara 2
(1) Buka terpal atau lembaran plastik yang telah disediakan seperti diuraikan
dalam
6.2.2) a).
(2) Tumpahkan
contoh dari semua wadah ke atas terpal atau lembaran plastik tersebut.
(3) Aduk contoh
agregat tersebut dan bentuklah menjadi
kerucut
dengan sekop seperti pada cara
1. Pengadukan serta pembentukan kerucut ini
dapat
juga dilakukan dengan jalan mengangkat
ujung plastik secara bergantian sehingga contoh teraduk dengan sempurna dan membentu.k kerucut (lihat Gambar 3).
(4) Tekanlah puncak kerucut sehingga terbentuk kerucut terpancung seperti cara satu
(8.4.2. l ) (4)).
(5) Bagilah kerucut terpancung menjadi 4 bagian seperti cara 1 (8.4.2.1) (5)). Bila
lantai dasar tidak rata, masukkan tongkat ke bawah tepat dibawah pusat kerucut
terpancung, kemudian
angkat
kedua ujungnya. Terpal akan terlipat clan membagi
contoh menjadi
2 bagian yang sama (1)
(6) Tarik tongkat dari bawah terpal kemudian masukkan. kembali dalam arah tegak
lurus
dengan pembagian
yang pertama. Kemudian angkat tongkat tersebut sehingga contoh terbagi menjadi 4 bagian yang sama.
(7) Ambil 2 bagian seperempatan
contoh yang bersilangan sampai tidak ada yang tersisa seperti cara 1 (8.4.2. 1) (6)). Teruskan pembagian seperti urutan (1) sampai (7) terhadap bagian contoh yang telah dikerjak-an pada (7) sampai mendapatkanjumlah bahan benda uji yang direncanakan.
(8) Masukkan semua bahan hasil pembagian yang telah didapat ke dalam wadah serta beri label seperti yang telah disiapkan dalam 8.2.1).
8.4.3
Metode Gundukan Mini
Metode gundukan mini dikeijakan sebagai berikut :
1) Tumpahkan contoh agregat yang akan diuji ke suatu permukaan lantai yang keras,
halus, rata dan tidak mudah terkelupas;
2) Aduk contoh tersebut sampai rata clan bentuklah suatu gundukan mini menyerupai
kerucut;
3) Ambil contoh agregat sampai mendapatkan jumlah yang diinginkan paling sedikit dari lima
tempat secara acak dari gundukan mini tersebut dengan menggunakan sendok atau sekop
kecil.
Lampiran Gambar :
Gambar 1. Penyiapan Benda Uji dengan Metode Spliter
No comments:
Post a Comment