Thursday, July 11, 2019

Tata cara penyiapan benda uji dari contoh aggregat


Kali ini saya membagikan cara penyiapan aggregat  sebelum melakukan pengujian



 1.   Ruang Lingkup

1)    Tata cara ini membahas ketentuan dan cara penyiapan benda uji agregat dari suatu contoh agregat benda uji yang dihasilkan mempunyai sifat sama dengan contohnya.
2)    Lingkup  tata  cara  mencakup,  penyiapan  benda  uji  dari  contoh  yang  datang  dari lapangan disesuaikan dengan kondisi agregat serta jumlah benda uji yang diperlukan.



2.   Acuan

Standar ini mengacu pada standar tersebut dibawah ini.

-     American Association of State Highways and Transportations Official, Part II Tests
1990 : Standard Method of Reducing Field Samples of Aggregate to Testing Size. AASHTO T. 24898.



3.   Istilah dan Deiinisi Yang dimaksud dengan:

3.1    Benda uji

Bagian dari contoh agregat yang telah disiapkan dengan cara tertentu dan siap diuji;

3.2    Contoh agregat

Material yang diambil dari satu kelompok material dengan cara tertentu sehingga mewakili kelompok tersebut.



4.   Prinsip

1)    Keharusan  pengambilan  contoh  agregat  yang  mewakili  kelompok  agregat  sama pentingnya dengan pengujian itu sendiri.
2)   Banyaknya contoh agregat yang diambil dari kelompok agregat di lapangan harus diprogramkan sesuai dengan jenis pengujian yang akan dilaksanakan.
3)    Benda  uji  harus  disiapkan  sehingga  mempunyai  sifat  yang  sama  dengan  contoh agregat.
4)    Sesuai dengan 3) bila contoh agregat terdiri lebih dari satu wadah, maka benda uji harus disiapkan dari campuran seluruh contoh agregat yang ada.
5)    Bila dalam contoh agregat hanya mengandung beberapa butir fraksi tertentu sehingga kalau contoh dibagi bagian tersebut tidak dapat terbagi rata, maka contoh harus diuji seluruhnya sebagai satu benda uji.



5.   Metode Penyiapan Benda Uji

Penyiapan benda uji dari contoh agregat yang telah diambil dari lapangan dapat dilakukan dengan salah satu dari 3 metode berikut :
    Metode spliter (Gambar 1).


    Metode perempatan yang terdiri dari dua cara yaitu
1)   Metode perempatan cara 1 (Gambar 2)
2)   Metode perempatan cara 2 (Gambar 3)
    Metode pembentukan gundukan mini (Gambar 4)



6.   Peralatan

6.1    Peralatan untuk Metode Spliter

Peralatan untuk  metode  spliter  disajikan  dalam  Gambar  1  dengan  ketentuan sebagai berikut :
1)   Spliter dengan syarat sebagai berikut :
a)    Mempunyai lubang pembagi berjumlah genap, paling sedikit 8 untuk agregat kasar dan paling sedikit 12 untuk agregat halus;
b)    Lebar lubang-lubang tersebut harus sama dan setiap lubang yang berurutan, arah aliran pengeluarannya saling berlawanan;
c)    Lebar lubang tidak boleh kurang dari 1,5 kali Likuran agregat terbesar yang akan dibagi;
d)   Spliter harus dapat mengalirkan secara Iancar agregat yang dibaginya.
2)   Dua buah penampung;
3)   Nampan yang digunakan sebagai alat untuk menuangkan contoh ke dalam spliter;
4)   Wadah-wadah untuk menampung hasil pembagian contoh.

6.2    Peralatan untuk Metode Perempatan

1)   Peralatan untuk metode perempatan cara 1 adalah :
a)   Sekop.
b)   Sapu atau sikat. c)   Mistar pelurus.
d)    Lantai datar, rata, dan tidak mudah lepas untuk menempatkan agregat yang akan dibagi.
e)   Wadah-wadah untuk menampung hasil pembagian contoh.

2)   Peralatan untuk metode perempatan cara 2 adalah :
a)    Terpal atau lembaran plastik ukuran kira-kira 2 x 2,5m untuk penempatan agregat yang akan dibagi.
b)   Tongkat pelurus. c)   Sikat.
d)   Wadah-wadah untuk menampung hasil pembagian.

3)   Peralatan untuk Metode Gundukan Mini
Peralatan untuk metode gundukan mini adalah :
 Sekop kecil atau sendok.
 Alas yang rata, keras, halus dan tidak mudah lepas untuk meletakkan agregat.
 Wadah-wadah untuk menampung hasil pembagian.



 
7    Pemilihan Metode

7.1    Metode Spliter

Metode spliter digunakan untuk :
1)   Agregat kasar;
2)   Agregat halus yang lebih kering dari permukaan jenuhnya;
3)    Pembagian  pendahuluan  agregat  halus  basah  yang  jumlahnya  cukup  banyak; pembagian dilakukan menggunakan spliter yang mempunyai ukuran lubang besar yaitu 37,5 mm sampai mendapatkan contoh paling sedikit 5 kg, selanjutnya contoh yang diperoleh dikeringkan dan dibagi menggunakan spliter yang berukuran sesuai dengan ukuran agregat halus.

7.2    Metode Perempatan

Metode perempatan digunakan untuk :
1)   Agregat kasar;
2)   Agregat halus yang lebih basah dari keadaan kering permukaan jenuh.
Metode  spliter  mertipakan  pilihan  terbaik  dalam  penyiapan  contoh  benda  uji, meskipun metode perempatan dapat juga digunakan.

7.3    Metode Gundukan Mini

Metode gundukan mini digunakan untuk :
1)   Agregat halus dalam kondisi basah.
2)    Sebagai lanjutan dari metode spliter atau perempatan untuk mendapatkan jumlah benda uji tertentu.
Pemilihan metode penyiapan ini secara keseluruhan digambarkan dalam bentuk bagan alir yang dapat dilihat dalam Lampiran.

7.4    Memperkirakan Keadaan Kering Permukaan Jenuh Agregat Halus

Sebagai pendekatan dalam memperkirakan kadar kering permukaan jenuh dapat dilakukan dengan mengepal contoh agregat halus. Bila setelah kepalan dibuka masih menggumpal menandakan agregat halus tersebut dalam keadaan kering permukaan jenuh atau lebih basah.



8    Persiapan Pengerjaan

8.1    Penentuan Jumlah Benda Uji

1)    Buat daftar pengujian-pengujian yang akan dilaksanakan pada contoh yang akan diuji.
2)   Tentukan daftar banyaknya bahan yang diperlukan untuk setiap benda uji.

8.2    Penyiapan Bahan

1)    Siapkan wadah-wadah bahan benda uji serta label sesuai dengan daftar yang telah dibuat dalam 8.1;
2)   Kumpulkan semua contoh agregat ditempat akan melakukan penyiapan bahan;
3)    Periksa apakah contoh tersebut termasuk agregat kasar atau agregat halus dan periksa ukuran butir terbesar;



4)    Bila material berupa agregat halus periksa kondisi kering permukaan jenuh seperti yang diuraikan dalam 7.4.

8.3    Pemilihan Metode Penyiapan

Sebagai hasil pemeriksaan sub pasal 8.2.3) dan 8.2.4) tentukan metode penyiapan yang tepat sesuai dengan ayat 7 atau dapat dilihat dalam bagan alir yang digambarkan dalam Lampiran A.

8.4    Cara Pelaksanaan

8.4.1   Metode Spliter

Metode spliter dikerjakan sebagai berikut :
1)    Siapkan  spliter  yang  mempunyai  ukuran  lubang  kira-kira  1,5  kali  ukuran  butir agregat terbesar;
2)   Letakkan kedua penampang di bawah lubang pembagi;
3)   Isikan contoh agregat secukupnya ke dalam nampan pemasok;
4)    Ratakan contoh agregat tersebut pada seluruh lebar nampan pemasok sehingga dapat terbagi rata masuk ke dalam spliter;
5)    Tumpahkan contoh agregat tersebut ke dalam spliter dengan kecepatan tertentu sehingga terjadi aliran bebas melalui lubang persegi;
6)    Teruskan kegiatan 1) sampai dengan 5) hingga semua contoh uji terbagi menjadi dua bagian;
7)    Kerjakan  kegiatan  1)  sampai  dengan  6)  terhadap  salah  satu  hasil  pembagian sampai diperoleh jumlah benda uji yang direncanakan. Simpan hasil pembagian yang  lain  dan  gunakan  untuk  penyiapan  benda  uji  bila  basil  pembagian  yang pertama tidak mencukupi;
8)    Masukkan semua bahan hasil pembagian yang telah diperoleh ke dalam wadah- wadah seperti yang telah disiapkan dalam 8.2.1).

8.4.2   Metode Perempatan

Pilihlah cara perempatan yang akan digunakan sesuai dengan pasal 5.

1.   Metode perempatan cara 1

(1)  Tumpahkan contoh dari semua wadah ke suatu permukaan lantai yang keras, halus, datar, rata dan tidak mudah terkelupas.
(2)  Aduk contoh agregat yang sudah terkumpul tersebut secara merata dengan membalik-balikkannya dengan menggunakan sekop.
(3)  Pada pembalikan yang terakhir bentuklah kerucut dengan menempatkan satu sekop contoh penuh ke atas sekopan sebelumnya.
(4)  Tekan  puncak  kerucut  tersebut  dengan  sekop  secara  hati-hati  sehingga terbentuk kerucut terpancung dengan ketebalan dan diameter yang seragam. Usahakan   diameter   kerucut   terpancung   ini   kira-kira   4   sampai   8   kali ketebalannya.
(5)  Bagilah kerucut terpancung tersebut dengan sekop menjadi empat bagian yang sama.
(6)  Ambil  2  bagian  yang  bersilangan  dengan  sekop  dan  dengan  kwas  sampai seluruh material terbawa seperti yang terlihat dalam Gambar 2.
(7)  Teruskan  pembagian  seperti  urutan  (1)  sampai  dengan  (6)  terhadap  bagian contoh yang telah dikerjakan pada (6) sampai mendapatkan jumlah bahan benda uji yang direncanakan.



(8)  Masukkan semua bahan hasil pembagian yang telah didapat ke dalam wadah- wadah serta beri label seperti yang telah disiapkan dalam 8.2.2)

2)   Metode perempatan cara 2

(1)  Buka terpal atau lembaran plastik yang telah disediakan seperti diuraikan dalam
6.2.2) a).
(2) Tumpahkan contoh dari semua wadah ke atas terpal atau lembaran plastik tersebut.
(3)  Aduk  contoh  agregat  tersebut  dan  bentuklah menjadi  kerucut  dengan  sekop seperti  pada  cara  1.  Pengadukan serta  pembentukan kerucut ini  dapat  juga dilakukan dengan jalan mengangkat ujung plastik secara bergantian sehingga contoh teraduk dengan sempurna dan membentu.k kerucut (lihat Gambar 3).
(4)  Tekanlah puncak kerucut sehingga terbentuk kerucut terpancung seperti cara satu (8.4.2. l ) (4)).
(5)  Bagilah kerucut terpancung menjadi 4 bagian seperti cara 1 (8.4.2.1) (5)). Bila lantai dasar tidak rata, masukkan tongkat ke bawah tepat dibawah pusat kerucut terpancung,  kemudian  angkat   kedua   ujungnya.  Terpal   akan   terlipat   clan membagi contoh menjadi 2 bagian yang sama (1)
(6)  Tarik tongkat dari bawah terpal kemudian masukkan. kembali dalam arah tegak lurus dengan pembagian yang pertama. Kemudian angkat tongkat tersebut sehingga contoh terbagi menjadi 4 bagian yang sama.
(7)  Ambil 2 bagian seperempatan contoh yang bersilangan sampai tidak ada yang tersisa seperti cara 1  (8.4.2. 1)  (6)). Teruskan pembagian seperti urutan (1) sampai (7) terhadap bagian contoh yang telah dikerjak-an pada (7) sampai mendapatkanjumlah bahan benda uji yang direncanakan.
(8)  Masukkan semua bahan hasil pembagian yang telah didapat ke dalam wadah serta beri label seperti yang telah disiapkan dalam 8.2.1).

8.4.3   Metode Gundukan Mini

Metode gundukan mini dikeijakan sebagai berikut :

1)    Tumpahkan contoh agregat yang akan diuji ke suatu permukaan lantai yang keras, halus, rata dan tidak mudah terkelupas;

2)    Aduk contoh tersebut sampai rata clan bentuklah suatu gundukan mini menyerupai kerucut;

3)    Ambil contoh agregat sampai mendapatkan jumlah yang diinginkan paling sedikit dari lima tempat secara acak dari gundukan mini tersebut dengan menggunakan sendok atau sekop kecil.





         Lampiran Gambar :





Gambar 1. Penyiapan Benda Uji dengan Metode Spliter

















No comments:

Post a Comment

Search This Blog